Tambak Wedi Surabaya Digegerkan Mayat Gantung Diri, Ini Identitas dan Penyebabnya

0
333

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Warga pesisir Tambak Wedi Lama pada Selasa Pagi (22/12/2020), digegerkan dengan adanya penemuan seorang mayat laki-laki yang gantung diri di semak-semak tanaman pohon bakau dengan seutas tali tampar warna biru yang dibelitkan dalam kaos warna merah.

Mayat yang pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Samsu’ud (53), warga Jl. Tambak Wedi Lama Surabaya, sekira pukul 06.00 Wib, saat melintas dilokasi. Atas temuan itu, kemudian saksi melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Taklama berselang petugas dari Kepolisian Sektor Kenjeran bersama tim Inafis Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dilansir media Gerakjatim.com Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami, S.H., mengatakan, mayat yang di temukan warga Tambak Wedi Lama itu adalah warga Jl. Kedung Mangu berinisial MM (40).

“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan Posisi tergantung diatas pohon bakau dengan seutas tali tampar warna biru yang dibelitkan dalam kaos warna merah dengan memakai pakaian Koko lengan panjang warna merah hati dan pakai sarung kotak warna coklat,” ucapnya.

Selain itu lanjut Kapolsek, disekitar mayat juga terdapat sandal jepit warna hitam dan sebuah tasbih serta sepeda motor Suzuki Smash warna hitam Nopol L -4064- HI.

“Setelah mayat diturunkan, petugas lalu membawanya ke RSDU Dr. Soetomo Surabaya untuk divisum. Hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban,” terang Bunda Esti sapaan akrab Kapolsek Kenjeran.

Ia juga menambahkan, berdasarkan keterangan dokter RSUD Dr Soetomo, korban murni tewas karena gantung diri, dan pihak keluarga juga telah menerima kematian korban.

“Menurut keterangan dari keluarganya, bahwa korban sering linglung dengan bicara ngelantur dan beberapa hari yang lalu korban cerita sama istrinya bahwa korban sering mendapat bisikan yang selanjutnya disarankan Istrinya untuk selalu wiritan sehingga korban kemana – mana selalu membawa Tasbih,” pungkasya. (Rosi)