Kades Batokaban, Sesalkan Data Diskominfo Yang Tak Akurat

0
497

Bangkalan, (GerakJatim.com) – Update data persebaran covid per Kamis 28 Mei 2020 oleh Diskominfo Kabupaten Bangkalan menuai polemik di masyarakat, Permasalahannya, data yang terupdate itu telah menetapkan Kecamatan Konang menjadi zona merah dengan 2 pasien terpapar Covid-19 asal Desa Batokaban.

Sejak beredarnya infomasi itu, masyarakat Konang menjadi geger bercampur sedikit panik, khususnya desa Batokaban, Menurut informasi yang beredar dua nama yang ditetapkan sebagai pasien terpapar covid19 tidak dikenali oleh warga setempat.

Keterangan Diskominfo Yang Tak Akurat

Menaggapi keresahan yang terjadi pada warganya, Amin selaku Kepala Desa turut menggali informasi kepada banyak pihak.

“Awalnya infonya memang orang Batokaban, namanya Mhl dan Nhd, Mereka kerja di Surabaya setelah di lakukan rapid test dan di lanjutkan swab mereka positif covid 19, Seharusnya mereka melakukan isolasi mandiri sampai menunggu hasil swab keluar, namun mereka malah mudik ke kampung halaman, setelah tim medis ingin menjemput mereka, disitulah awal informasi yang mengatakan mereka orang Batokaban karena tetangga yang di surabaya memberi tahu ke tim medis bahwa mereka mudik ke Batokaban,” jelas Amien melalui via Wa, Jum’at(29/5/2020).

Mengetahui info tersebut, pihaknya langsung menghubungi perangkat Desa untuk mendata warganya perdusun, Akan tetapi laporan yang yang diterima tidak ada yang mengetahui identitas kedua pasien ini, Setelah beberapa jam dilakukan pencarian data, akhirnya ada yang menginformasikan keduanya adalah warga Desa Ampara’an Kecamatan Kokop Bangkalan Madura.

“Setelah saya berkordinasi dengan perangkat Desa menanyakan mereka berdua, tidak satupun yang tau tetang mereka, Setelah beberapa jam menggali informasi ternyata ada informasi bahwa kedua orang tersebut bukan warga Batokaban, tapi warga Amparaan dan saya langsung berkodinasi degan kades Amparaan, Dia membenarkan bahwa mereka adalah betul warganya,” imbuhnya.

Sampai saat ini Kepala Desa Batokaban tetap optimis Kecamatan Konang masih aman, meskipun sampai saat ini masih belum ada klarifikasi dan perubahan data dari Dinas terkait dalam kasus ini.

“Seperti itulah kronologinya, alhamdulillah Desa Batokaban dan Kecamatan Konang masih aman, semoga tetap aman kedepannya,” tandasnya.

Ia berharap hal ini tidak terulang kembali, karena menurutnya sangat berdampak pada keadaan di masyarakat.

Pihaknya menuturkan, tidak hanya warga saja yang resah atas informasi itu, akan tetapi Dia juga sebagai kepala Desa merasa bingung dan resah.

“Harapannya untuk lebih berhati-hati dan lebih akurat lagi dalam memberi informasi, agar tidak jadi berita simpang siur dan meresahkan warga Batokaban, karena saya juga bingung, resah sedikit panik atas informasi tersebut,” ujarnya. (Salim/Red)