Cak Gufron, Gendrang Perang Pilkada Surabaya 2020 Di Mulai

0
239

Surabaya, (GerakJatim.com) – Akhirnya pertarungan sesungguh telah di mulai, setelah lama kita tunggu2 rekom PDIP turun kesiapa sekarang telah terjawab.

PDIP lebih memilih di luar kader partai nya, Eri Cahyadi – Armuji memenang kan rekom.

tapi sangat di sayang kan dengan di bacakan surat rekom sama Bu puan suasana ruangan gak semeriah yang di harap kan, ada yg bertepuk tangan gembira ada juga yang bertepuk tangan dengan setengah hati.

bahkan dalam pantauan di luar gedung setelah pengumuman rekom partai turun ke siapa terjadi protes dari pendukung simpatisan Wishnu sakti buana yang sudah mulai dari pagi menunggu pengumuman rekom pdip, sampai ada beberapa relawan emak – emak jatuh pingsan.

ada salah satu emak – emak yang terus2an bilang Eri Cahyadi ituw siapa !!! Eri Cahyadi itu siapa !!! Eri Cahyadi ituw siapa !!! bukan murni kader partai, kami ini kader partai bukan celeng imbauan nya.

bahkan dia juga menyinggung Armuji yg sudah mundur dari penjaringan bursa calon wakil walikota.

cak gufron ketua pemuda peduli surabaya angkat bicara terkait rekom PDIP turun di Eri Cahyadi – Armuji.

kita tahu sendiri bahkan masyarakat juga tau saat pemanggilan Eri Cahyadi oleh Bawaslu terkait Billboard nya yang ada dimana2 saat ituw dengan tegas lewat perwakilan nya bilang kalau gak maju jadi calon walikota Surabaya, bukan pak Eri Cahyadi yang masang tapi simpatisan himbau nya.

Dan wakil nya pun cak Armuji lewat pers & media juga sudah bilang mundur dari bursa calon wakil walikota.

tapi apa kenyataan nya kita bisa lihat bersama, dari awal AE wes mbujuk’i OPO maneng mek wes dadi.

dan satu lagi yang bikin kami sangat menyesal setelah rekom turun Eri Cahyadi – Armuji mendeklarasi kan diri di salah satu taman kota terlihat juga Bu Risma ada disana.

kita tahu sendiri kan kalau taman kota ituw punyak kota Surabaya bukan punyak pribadi / golongan tertentu, taman kota merupakan fasilitas negara, jangan mentang2 masih berkuasa terus menghalal kan berbagai cara, umum nya kan deklarasi di adakan di posko pemenangan masing2 calon, gak tau lagi kalau belum punyak posko, selama ini kan kalau rapat terkait pemilu di kantor nya, lagi – lagi pakai fasilitas negara.

terlepas ituw rekom Bu Risma / penerus Bu Risma bukan jaminan kerja nya akan sama seperti Bu Risma, karna ini politik bisa berubah karna keadaan & kondisi.

kita bersama teman2 pemuda peduli surabaya tetap gak pindah ke lain hati, tetap akan dukung pak Machfud Arifin menjadi the next walikota selanjut nya.

karna jiwa surabaya nya melekat ada, nekat nya yang kita saluti bahkan wakil nya juga, pak mujiaman setelah dapat mandat secara gintle mengundur kan diri dari posisi nya Dirut PDAM Surabaya.

gak seperti Eri Cahyadi gak berani secara gintle mundur dari jabatan nya, relawan nya di lapangan di suruh berkampanye, saat di konfirmasi selalu jawab atas inisiatif nya relawan sendiri.

ikik Suroboyo cak mek gak wani ojok maju nyalon walikota Surabaya, karna surabaya kota pahlawan, kita rebut kemerdekaan Indonesia lewat kota Surabaya tercinta ini.

bahkan di media online banyak yang bilang kalau memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan berkampanye nya, semua masyarakat sekarang sudah pintar mana yang jiwa Surabaya & mana yang jiwa cari aman nya sendiri.

belum jadi saja wes cari aman nya sendiri, gmn kalau jadi wes pasti mikirin diri nya sendiri & golongan nya.

Machfud Arifin menang… menang… menang. Pungkasnya.