Cak Muid: Layak kah Surabaya terapkan PSBB ?

0
280
H. FATCHUL MUID, SE Politisi Partai NasDem

Surabaya,(GerakJatim.com) – Pemerintah Kota Surabaya telah berupaya untuk memutus rantai penyebaran Wabah corona (covid-19).

Mengingat virus ini menyebar lewat kontak langsung, maka pemerintah sejak awal telah menekankan perlunya jaga jarak atau social distancing.

Kini kebijakan tersebut sudah mulai ancang-ancang untuk diperlebar menjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Daerah DKI Jakarta menjadi wilayah perdana yang menerapkan kebijakan ini. PSBB di Jakarta telah berlaku per 10 April 2020 hingga 24 April 2020 mendatang. Bahkan setelah Jakarta, wilayah Jawa Barat pun berpotensi menerapkan skema serupa.

Meski bertujuan baik bagi kesehatan, namun PSBB memberikan dampak yang besar bagi sejumlah lini usaha. Lantaran tak ada penghasilan yang masuk, semenjak corona merebak di tanah air. Tak sedikit pekerja yang terpaksa dirumahkan alias di-PHK.

Menanggapi hal ini, Politisi Partai Nasdem H. Fatchul Muid, SE mengatakan kepada gerakjatim.com, Sabtu, (18-04-2020).

Dalam situasi ekonomi sulit seperti sekarang ini, harap pemerintah kota Surabaya jangan mudah mengambil kebijakan PSBB atau bahkan Lockdown.

“Mungkin yang lebih efektif adalah kampanye hidup bersih dan sehat. Tetap pakai masker, sering cuci tangan,” ujar Cak Muid sapaan akrabnya.

Cak Muid juga berharap, “Social Distancing itu harus bisa lebih ditekankan ke masyarakat dari pada mereka harus di paksa berhenti aktivitas.” Tutup Muid.(Cak Aziz)