Demi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat, Gubernur Khofifah Targetkan 2024 Semua Tanah di Jatim Sudah Bersertifikat

0
107
Foto: Istimewa

Surabaya (GerakJatim.com) – Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 2.020 sertifikat tanah untuk masyarakat Gresik, Lamongan, Bangkalan, Surabaya, dan Sidoarjo. Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap di 2024 semua tanah di Jatim sudah bersertifikat.

Sertifikat tanah sebanyak 2.020 ini rinciannya 2.000 sertifikat tanah masyarakat dan 20 aset pemerintah daerah dan kabupaten. Untuk 20 aset pemerintah daerah, diserahkan langsung Jokowi dan diterima langsung oleh kepala BPKAD Jawa Timur Bobby Soemiarsono.

Khofifah berharap pada tahun 2024 semua tanah di Jatim sudah tersertifikat. Khofifah juga meminta sertifikat yang sudah diterima digunakan sebagaimana mestinya, misalnya digunakan untuk agunan.

“Sertifikat bisa digunakan untuk meningkatkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat,” kata Khofifah di Gresik, Senin (27/1/2020).

Pada tahun 2019, sudah ada 11.200.000 bidang tanah yang sudah disertifikatkan. Secara keseluruhan masih ada 9,4 juta bidang tanah yang belum bersertifikat. Sementara itu, di Gresik, ada 51 persen tanah sudah terdaftar dan ada 383 ribu bidang tanah yang sedang disertifikatkan.

Dalam sambutannya, Jokowi meminta masyarakat yang sudah memegang sertifikat untuk berhati hati saat menggunakannya. Sertifikat boleh dijadikan agunan hanya untuk modal usaha, investasi, dan modal kerja.

“Sertifikat tanah, jangan diagunkan hanya untuk konsumtif seperti membeli mobil. Gunakan untuk usaha, baru keuntungan dari usaha tersebut digunakan untuk membeli mobil dan kepentingan lain,” jelasnya.

Selain itu, Jokowi meminta masyarakat yang sudah memiliki sertifikat untuk merawatnya. Sertifikat yang sudah dipegang, lebih baik dibungkus plastik agar tidak rusak. Kemudian difoto copy dan disimpan di tempat yang aman.

“Tujuan dari di fotocopy adalah apabila hilang bisa diurus dengan mudah,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil menegaskan seluruh tanah di Jatim ditargetkan akan bersertifikat semua pada Tahun 2024. Target tersebut merupakan perintah Presiden RI yang wajib dilaksanakan.

“Masyarakat harus bersabar karena proses sertifikasi tanah terus dilakukan sampai tuntas,” jelasnya.

Adanya program Tanah Sertifikat Langsung (PTSL) ini memberikan manfaat tak hanya bagi masyarakat, tapi juga pemerintah. Di antaranya, diketahui batas desa jelas, meminimalisir sengketa tanah lebih mudah diselesaikan, tata ruang meningkat dan meningkatkan pinjaman uang perbankan untuk modal usaha.

Pada tahun 2018, dari sertifikat yang dijadikan jaminan sebesar Rp 91 triliun. Angka tersebut meningkat pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp 109 triliun.

“Dengan masyarakat memiliki sertifikat, masyarakat bisa menjadikan sebagai agunan. Meskipun sebelumnya belum mempunyai akses perbankan. Janji kami paling lambat 2024 semua tanah di Jatim sudah bersertifikat. Tentunya perlu kerja keras dari BPN,” pungkasnya. (hil/iwd)

 

Sumber : detik.com