Di Duga Pendamping PKH Raup Keuntungan Saat Bagikan Bantuan Di Balai RW Kelurahan Sidotopo Wetan

0
547

Surabaya, (GerakJatim.com) – Banyaknya anggaran untuk bantuan masyarakat terdampak Covid-19, membuat masyarakat merasa senang dan terbantu dalam menjalani kehidupan di masa sulit akibat wabah ini, namun masih banyak oknum penyalur bantuan yang memanfaatkan kondisi dan situasi ini.

Penyaluran bantuan yang di lakukan oleh pendamping PKH kembali di duga syarat akan mengambil keuntungan demi memperkaya diri, bagaimana tidak bantuan yang sudah di anggarkan untuk membantu masyarakat banyak yang di sunat oleh para penyalur atau pendamping PKH.

Penyaluran bantuan Bansos yang di lakukan di Balai RW 10 Kelurahan Sidotopo Wetan pada Jumat, (26/06/2020) di duga tak sesuai, bagaimana tidak anggaran 100 ribu yang harus di terima oleh penerima bantuan di berikan berupa sembako yang harganya jauh di bawa 100 ribu, pembagian tersebut di berikan berupa beras kelopo ijo 5 kg seharga 54000 dan telur 1 kg seharga 23000 jadi masyarakat hanya menerima bantuan seharga 77.000 sedangkan anggaran bantuan tersebut sebesar Rp 100.000.

Bisa kita hitung berapa keuntungan yang di Raup oleh penyalur bantuan dari setiap orang yaitu 23000, dana 23000 ini masih bisa di belikan gula pasir ataupun minyak goreng, seharusnya penyalur bantuan amanah dalam mengembankan tugas dan tanggung jawab nya, dimana pendamping PKH sudah di gaji setiap bulan.

Saat di konfirmasi pak RW mengatakan, bahwa pendamping PKH Jumat, (26/06/2020) mendistribusikan 234 paket tambahan suplemen terdampak Covid-19, dimana anggarannya 100.000 dan di rupakan sembako beras kelopo ijo 5 kg dan telur 1 kg.

Salah satu warga yang menerima bantuan tersebut mengatakan,” saya gag tau mas nama bantuannya hanya ada Undangan woro woro melalui pesan WhatsApp untuk ambil bantuan, dan saya menerima beras kelopo ijo 5 kg dan telur 1 kg” beber narasumber.

Seharusnya dinsos terjun langsung dalam pengawasan dalam pembagian segala bantuan yang di kelolanya karna data penerima adalah mutlak dari Dinsos, serta di awasi agar tak terjadi indikasi pengurangan anggaran seperti ini, dimana kita ketahui 23000 jika di kalikan 234 penerima maka total 5.382.000 dana yang tak tau alokasi nya kemana.(Dedi/Red)