Identitas Pelapor Risma Terkuak, Pelapor Angkat Bicara

0
129
Berkas laporan Risma ke Ombudsman

Surabaya (GerakJatim.com) – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sempat dilaporkan ke Ombudsman Jawa Timur pada Selasa kemarin 5 Februari 2020 karena telah melaporkan netizen bernama Zikria Dzatil ke polisi.

Risma dianggapnya memanfaatkan fasilitas negara dalam pelaporan itu.

Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Timur, Agus Widiyarta membenarkan ada laporan masuk ke meja kerjanya tentang hal tersebut namun saat di wawancarai enggan untuk membeberkan identitas pelapor karena dia harus menjaga privasi pelapornya.

Namun Kamis 06/02/2020 akhirnya terkuak identitas pelapor berkat postingan pelapor di sosial media, tim awak media segera menghubungi pelapor Mila ,

“menjelaskan bahwa benar dia yang melapor kan Risma dan Polrestabes Surabaya ke ombudsman”

Secara umum, laporan tertulis tersebut berisikan Risma dinilai menyalahgunakan wewenang sebagai wali kota Surabaya dalam melaporkan akun Facebook yang disebut menghinanya secara pribadi.

Dalam laporan juga disertakan dasar hukum pasal penghinaan pejabat negara telah dihapus sebagaimana Keputusan Mahkamah Konstitusi 31/PUU-XIII/2015 tentang judicial review Pasal 319.

Surat tersebut juga melaporkan Polrestabes Surabaya yang disebut tidak memiliki dasar hukum dalam menangkap Zikria Dzatil, pemilik akun Facebook yang disebut menghina Risma di media sosial.

Masih Mila “Yang melaporkan Risma dan Kapolres ke Ombudsman adalah saya… awalnya Ombudsman menolak memproses dikarenakan syarat formil tidak terpenuhi karena dianggap saya bukan korban langsung”ucap Mila

“saya diarahkan langsung melapor ke Inspektorat Jenderal Kemendagri untuk terlapor Walikota dan Inspektur Pengawasan Daerah Polda Jatim untuk terlapor Kapolrestabes Surabaya”

Jawaban Ombudsman akan memprosesnya (karena viral)… Berita yang beredar Ombudsman sudah bertemu pihak penyidik kasus Risma tersebut, menyampaikan kembali ke media bahwa Risma sendiri yang melaporkan.

Betapa Ombudsman bekerja sama sekali tidak profesional bila memang syarat formil saya tidak memenuhi maka cukuplah segera kirim surat tanggapan atas surat yang saya kirim sesuai dengan perbincangan melalui telepon..

. Bukan kemudian memprosesnya tetapi tidak serius bahkan sekedar menjadi corong yang terlapor… Di media bahkan live report pun Risma menyebutkan bahwa kasusnya diurus Kabag Hukum.

Begitu juga Penyidik berulangkali menyebutkan bahwa laporan Risma dikuasakan pada Kabag Hukum, insya Allah memperhatikan perkembangan terakhir bahwa baik Risma, Penyidik, dan Ombudsman masih bersikukuh bahwa Risma tidak melakukan penyalahgunaan wewenang.

maka saya akan melaporkan kembali Risma dan Kapolres kepada instansi yang di atas. begitu juga Ombudsman Jawa Timur akan saya laporkan ke Ombudsman pusat, Kasus ini bukan hanya Rakyat yang harus mengambil pelajaran tetapi juga para pejabat negara harus belajar lagi hukum dengan benar”imbuh Mila. (zi/red)