Jadi Balon Wali Kota Surabaya, Dwi Astutik Akan Perbaiki Birokrasi Hingga Transparansi

0
12

Surabaya, (GerakJatim.com) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar debat untuk menjaring bakal kandidat Wali Kota Surabaya 2020 – 2025. Debat digelar secara online untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Pada sesi pemaparan visi dan misi kandidat, Dwi Astutik menyampaikan visi untuk menempatkan Surabaya sebagai kota unggul tidak hanya di Indonesia, tapi di mancanegara.

“Surabaya harus lebih unggul dari kota-kota di Indonesia, bahkan di tingkat internasional. SDM Unggul, Surabaya Makmur. Terwujudnya Kota Surabaya yang Mandiri, Harmoni dan Berdaya Saing Global,” kata tokoh PW Muslimat NU Jawa Timur itu, dalam debat yang disiarkan langsung di akun YouTube PSI, Sabtu 4 Juli 2020.

Untuk mewujudkan visi itu, ia menekankan pentingnya harmoni dari semua elemen masyarakat dan pemerintah Surabaya.

“Ada kata harmoni di sini. Artinya adalah bahwa DPRD, birokrasi, maupun masyarakatnya bergabung menjadi satu kesatuan dalam membangun Surabaya,” imbuh dia.

Sementara untuk misi, Dwi Astutik bertekad akan membangun budaya birokrasi yang akuntabel, transparan dan melayani rakyat.

Selanjutnya, ia juga akan menguatkan sumber daya manusia Surabaya agar berkualitas prima, menumbuhkembangkan kemandirian ekonomi, kompetitif dan inovasi sebagai kota dagang.
Dwi Astutik juga berupaya menguatkan nilai-nilai HAM yang menjamin perlindungan masyarakat dan berkeadilan.

“Persoalan identitas dan budaya juga tidak luput dari perhatian ya. Yaitu memasifkan akselerasi budaya luhur berbasis pembangunan identitas sebagai masyarakat atau kota kerkarakter,” tegas akademisi UINSA itu.

Terakhir, jika terpilih menjadi Wali Kota Surabaya, ia akan tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Debat bakal kandidat Wali Kota Surabaya oleh PSI ini diikuti lima kandidat. Mereka adalah Andy Budiman, Budi Santoso, Dwi Astutik, Sally Azaria, dan Zahrul Azhar Asumta. Sementara itu, tim panelis terdiri dari dua orang, yakni Dekan Fakultas Hukum Universitas Narotama, Rusdianto Sesung, dan Wakil Sekjen DPP PSI, Danik Eka Rahmaningtyas.(Red)