Jelang NATARU Forkopimda Sidoarjo Siapkan Berbagai Langkah dan Tindakan Tegas Bagi Pelanggar Prokes

0
45

Sidoarjo ,(GerakJatim.com) – Menjelang perayaan momen libur Natal dan Tahun baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten bersama dengan jajaran Forkompimda di Kabupaten Sidoarjo, mulai mengambil berbagai langkah antisipasi. Khususnya untuk menjaga kondisi Kamtibmas dan penerapan protokol kesehatan, agar tetap berjalan maksimal.

 

Hal ini disampaikan oleh Jajaran Forkompimda Kabupaten Sidoarjo yang terdiri dari PJ Bupati, Ketua DPRD, Kapolresta, dan Komandan Kodim 0816 Sidoarjo didampingi Instansi Kepala terkait, dalam jumpa pers pelaksanaan persiapan liburan Natal dan Tahun Baru yang dimulai 24 Desember mendatang, di Pendopo Delta Wibawa, pada Senin (21/12).

 

Seperti yang dilakukan Polresta Sidoarjo dalam menjaga keamanan, salah satunya menerjunkan 295 personil untuk menjaga 91 titik gereja yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Ploting personil telah dilakukan, dengan menyesuaikan tingkat kerawanan. Perayaan Natal dan Misa, diharapkan juga bisa lebih banyak menggunakan metode virtual.

 

Kombespol Sumardji, Kapolresta Sidoarjo dalam kesempatan ini menjelaskan, selain gereja akan dilakukan juga penjagaan oleh personil di rute tertentu, dan juga fasilitas publik yang dianggap rawan.

 

“Selain gereja, ada beberapa fasilitas yang perlu diamankan dalam Nataru kali ini, seperti pertokohan yang banyak dikunjungi masyarakat, akan dijaga agar penerapan protokol kesehatan tetap terjaga. Terminal dan bandara sebagai mode transportasi juga akan dilakukan pengamanan, mengingat pada masa libur Nataru, dikhawatirkan akan ada peningkatan penumpang,” jelas Kapolresta.

 

Terkait antisipasi teror, Polresta Sidoarjo sudah berkoordinasi dengan tim Densus 88. Selain itu untuk Sinergitas TNI-Polri, akan ada perbantuan sebanyak 185 personil dari Kodim 0816 Sidoarjo untuk proses pengamanannya.

 

Letkol Inf. M Iswanusi, Komandan Kodim 0816 Sidoarjo juga menyatakan, telah mendapatkan bantuan 79 personil satuan tempur langsung dari Kodam Brawijaya untuk pengamanan momen libur Nataru kali ini.

 

H. Usman Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo juga berpesan, agar Organisasi Masyarakat yang selama ini ikut membantu menjaga kondisi Kamtibmas di kota delta, untuk dilibatkan dalam pengamanan libur Nataru kali ini.

 

Sementara itu Dr. Hudiyono PJ Bupati juga menegaskan dalam perayaan pergantian tahun, pelaku usaha dan masyarakat yang ingin melaksanakan perayaan dengan jumlah besar, akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan protokol. Mulai pembubaran sampai denda/tipiring.

 

Hal ini, dilakukan mengingat angka penularan Covid-19 tingkat nasional yang semakin meningkat di bulan Desember. Sementara itu, saat ini jumlah terdapat 6 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yang masih berstatus zona merah dan Kabupaten Sidoarjo tidak termasuk didalamnya. Diharapkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan, tidak semakin Kendor.

 

“kita harapakan setiap pelaku usaha, yang pertama wajib menerapkan prokes, kedua dilarang mengadakan pesta baik di dalam maupun luar ruangan, apalagi dengan pesta miras. Kemudian juga dilarang keras untuk mengadakan pesta kembang api. Nanti pasti akan menyebabkan kerumunan.pungkasnya

 

Jurnalis holik