Kerja Tim Gugus Geger Tak Jelas, FKMG Datangi Ketua Gugus Tugas Covid Kecamatan Geger

0
99

Bangkalan, (GerakJatim.com) – Forum Komunikasi Mahasiswa Geger (FKMG) datangi ketua tim gugus tugas penanganan covid-19 kecamatan Geger, guna menanyakan kejelasan dan kerjanya, jumat (26/06/2020)

FKMG menilai adanya struktur tim gugus tugas tersebut tidak jelas cara kerjanya, karena hanya beberapa orang saja yang dilibatkan dalam kegiatannya.

Heriyanto geram terhadap ketua tim gugus tugas kecamatan karena tingkah polanya, seakan nama nama anggota tersebut hanya dijadikan sebagai pelengkap saja.

padahal ada 58 orang tapi tidak difungsikan maksimal, heri sapaan akrabnya kecewa terhadap ketua tim gugus tugas.

“ada 58 orang yang menjadi struktur sedangkan yang difungsikan hanya beberapa orang tidak sampai dua puluh orang” ungkap Heri

lanjutnya, yang kami lihat dilapangan hanya dari kecamatan, polsek, koramil dan puskesmas sedangkan elemen organisasi yang masuk struktural tidak pernah dilibatkan.

Heriyanto juga menyindir masalah keramaian dikecamatan terutama masalah pembagian BLT-DD tahap satu, yang tidak menganjurkan protokol kesehatan

“pada waktu itu saya tegur masalah keramaiannya pak, tapi masih saja keesokan harinya tidak diatur oleh bapak” kata Heri

bukan hanya itu, teguran tersebut dianggap menggurui oleh ketua tim gugus tugas karena yang menegurpun juga merupakan bagian dari anggota tim gugus.

hal itu, disebabkan tidak adanya komunikasi sebelumnya, ia ke lokasi pembagian BLT-DD hanya sebatas lewat terus berhenti.

“padahal dulu Mensosialisasikan phisical distancing, jaga jarak, jauhi keramaian, tapi kok malah dilanggar sendiri, ada polsek lagi waktu pembagian BLT-DD” tegas heri

menanggapi hal itu, ketua tim gugus tugas kecamatan moh. syafi’i tentang komunikasi antara ketua dan strukturnya tidak ada.

“iya mas memang saya tidak ada komunikasi kepada struktur gugus tugas kecamatan” menanggapinya

Lebih lanjutnya, memang saya tidak libatkan semua anggota tim gugus tugas kecamatan, semua itu hanya sebagai pendamping, kalau yang menangani urusan ke kabupaten ada yang lebih sepuh

“semua anggota itu kan hanya pendamping, jadi hanya mendampingi masyarakat mensosialisikan, bagian yang ke kabupaten urusan para sesepuh nya pungkasnya.(Salim/Red)