Kerumunan Massa Di Jalan Ir Soekarno Di Bubarkan, Polsek Mulyorejo Tegas Penerapan Physical Distancing

0
64

Surabaya,(GerakJatim.com) – Komunitas galaxi joging Club perjuangan melaksanakan bakti sosial di depan galaxs mall jalan Ir.H.Soekarno, Pembagian Sembako sebanyak 1000 karung beras ukuran 5 Kg yang  dibagikan kepada pengguna jalan dan Ojek online yang kumpul dan melintas di jalan Dharmahusada Indah Timur kurang lebih 500 orang, jumat (10/04/2020).

Mendengar adanya keramaian di wilayah hukum nya Kapolsek Mulyorejo Kompol Enny Prihatin segera mengerahkan jajaran nya ke lokasi yang di pimpin langsung Pawas Mulyorejo 9 Iptu Sigit Ekan untuk berkoodinasi dan menghimbau agar tak terjadi kerumunan massa di masa pandemi Virus Covid-19 ini.

Toni Hartono (63) tahun asal Sidodadi 59 Surabaya sebagai panitia penyelenggara di beri arahan oleh Pawas Iptu Sigit Ekan Menghimbau dan memberikan saran kepada pihak paniti agar kegiatan ini di hentikan dan jangan dilanjutkan dikarena adanya bahaya virus Conona / Covid 19, dan menyampikan jangan adanya kerumunan massa melanggar maklumat Kapolri serta tak ada ijin dari Polsek Mulyorejo.

Sekitar pukul 08.45 wib kendaraan pengangkut logistik sembako meninggalkan lokasi kemudin Ojol membubarkan diri dan meninggalkan lokasi terebut.

Pada 09.00 wib di lokasi kegiatan para panitia penyelenggara membubarkan diri dengan tertib.

Saat awak media menghubungi kapolsek Mulyorejo Kompol Enny Prihatin. “Kami harus tegas sesuai maklumat polri akan larangan adanya kerumunan massa, Karena melihat adanya acara bagi sembako, menyebabkan sebagian besar sopir ojek daring yang lewat di depan mal, berhenti dan ikut mengantre, Jelas antreannya sangat panjang, Melihat antrean cukup panjang di jalan raya, polisi akhirnya turun tangan, Apalagi, kami melihat tidak ada izin dari panitia pembagian sembako itu untuk melakukan kegiatan, Sehingga ojek daring yang bergerombol dan antre terpaksa kami bubarkan, Kami menerapkan physical distancing, Apalagi, kegiatan itu tidak ada izin resmi,” katanya.

Para sopir ojek daring yang ada di daerah itu, kata Enny, justru berperilaku tertib dengan mengantre dengan baik. Polisi, lanjut dia, hanya melakukan antisipasi mereka para driver tersebut tidak berkerumun, Apalagi sebagian besar driver tersebut dalam kondisi tidak memakai masker.(Zi/Red)