Kunjungan Gubernur Jatim Ke PONPES Darus Salam Dan Dapur Umum Tagana

0
66

Banyuwangi, (GerakJatim.com) – Gubernur jawa timur Khofifah Endar Parawangsah beserta para pembesar jajaran Pemprov Jawa Timur siang tadi melakukan kunjungan ke lokasi dapur umum Tagana dan pondok pesantren Darus Salam Blok Agung Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, rabu 02/8/2020 sekira jam 11.15 wib hingga jam 11.45 wib.

Selama kurang lebih tiga puluh menit Gubernur Jatim beserta rombongannya melakukan silaturrahim dengan pengurus pondok serta mensupport para santri yang dalam masa karantina untuk tetap semangat belajar dan selalu memperhatikan himbauan protokol kesehatan, lalu diteruskan menyambangi tenda dapur umum dan tenda pengemasan nasi bungkus yang berlogo kemensos RI. Beliau juga masih sempat meluangkan waktu bantu petugas dapur umum Tagana mengaduk masakan di tenda DU. Sesekali terlontar pertanyaan serta ucapan penyemangat para relawan Tagana dalam menjalankan tugas kemanusiaannya.

Berperan sebagai pemandu gubernur di area tenda dapur umum, Deddy Utomo koordinator Tagana kabupaten Banyuwangi terus mengiringi dan menjelaskan setiap apa yang ditanyakan orang nomer satu di Jawa Timur ini. Turut mendampingi pada kegiatan tersebut Sekda Provinsi Jatim, kepala BPBD Provinsi Jatim dan Kabupaten, Tagana Provinsi Jatim dan Kabupaten Banyuwangi serta semua unsur Forkopimda kabupaten Banyuwangi dan Pelopor Perdamaian Dinas sosial kabupaten Banyuwangi.

Ketika dihubungi awak media disela-sela kesibukannya, Deddy Utomo menjelaskan, “Kurang lebih rombongan ibu gubernur tiba disini jam 11.15 wib dan bertulak jam 11.45 wib. Selama kunjungan beliau mengontrol bagian logistik dan DU Tagana mas, diteruskan dengan melihat-lihat ke tenda pengemasan nasi dan distribusi, tenda TNI serta lainnya” pungkasnya.

“Ibu Gubernur juga tanya pada rekan-rekan tagana, mulai kapan disini,saya jawab bahwa kami disini di lokasi ini mulai sabtu 29/08 pagi jam 02.00 wib. Lalu beliau menghimbau agar kami selalu jaga kesehatan dan tetap semangat, serta selalu mematuhi protokol covid-19 dalam beraktifitas” Deddy menambahkan.

Mewakili Tagana Provinsi Jawa Timur, Twi Adi membenarkan apa yang disampaikan anggotanya korkab tagana Banyuwangi. Serta memberikan penjelasan seputar tekhnis pelaksanaan layanan dapur umum.

“Secara teknis kami baru klop dengan semua petugas pelayanan yang ada. Jadi untuk manajemen DU tagana dan TNI demikian, Hari kamis Tagana sediakan konsumsi 3000 bungkus, TNI 3000 bungkus, dan teman-teman TNI start masaknya dimulai pada hari kamis ” tuturnya. “Kemudian secara teknis Tagana menyiasati pelayanan ini dengan metode pembagian tugas, yaitu Tagana kabupaten Banyuwangi bertugas untuk menyiapkan lauk, pauk. Tagana kabupaten Situbondo bertugas menyiapkan Nasi putih.

Sementara Tagana provinsi yang terdiri dariĀ  FK Tagana Provinsi, Tagana kabupaten Sidoarjo, Tagana Kabupaten Pasuruan, dan Tagana Kabupaten/Kota terdekat lainnya bertugas menyiapkan nasi dan sayur mayur, untuk kebutuhan makan pagi sebanyak 3000 kotak, siang 3000 kotak dan makan malam 3000 kotak” jelas Twi Adi secara detail.

“Dan ini lagi mas yang mungkin perlu saya sampaikan juga, beberapa menit yang lalu saya dapat informasi dan assesment bahwa ada permintaan dari pihak ponpes bahwa sebagian santrinya ada yang terbiasa makan nasi jagung, lalu ada juga yang lagi pengen nasi jagung, dan hal ini sudah saya tindak lanjuti pada teman-teman DU agar semua apa yang menjadi kebutuhan mereka yang kita layani dapat terlayani dengan baik, sehat dan halal” imbuhnya.(Syaiful/Red) .