Laksanakan PPKM, Sidoarjo Tidak Akan Lakukan Jam Malam

0
816

Sidoarjo,(Gerakjatim.com) – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) digelar Surabaya Raya, sesuai instruksi mendagri. Kabupaten Sidoarjo sendiri tidak akan memberlakukan jam malam dan penyekatan jalan selama PPKM 11 hingga 25 Januari.

Namun hal itu masih dilakukan pembahasan dalam rakor yang digelar malam ini Pemkab bersama Forkopimda Sidoarjo, Sabtu (9/1/2021).

“Dalam pelaksanaan-nya PPKM di wilayah Sidoarjo, tidak ada jam malam dan penyekatan jalan,” kata Achmad Zaini, Sekda Kabupaten Sidoarjo, usai memberikan penghargaan Satya Lencana donor darah di Kantor PMI Sidoarjo.

“Kita masih bahas nanti malam. Tapi yang jelas tidak ada penyekatan dan jam malam. Nantinya akan kita kembalikan dengan kearifan lokal. Apakah sesuai dengan penyebaran COVID-19 yang meninggi dan tingkat kematian yang lebih tinggi, nantinya akan dibahas dirapat nanti,” tambahnya.

Dalam instruksi Mendagri terdapat aturan pembatasan waktu buka mal, rumah makan, kafe hingga warkop. Untuk itu, pihaknya mengharapkan para pengusaha mentaati hal tersebut.

“Mal tutup jam 19.00 WIB, nanti juga akan dibahas dengan Forkopimda. Kalau kapasitas rumah makan, kafe-kafe dan warkop 25 persen, karena itu sudah instruksi. Tentu diharapkan melakukan dengan cara online lebih banyak,” tegasnya.

Sementara itu untuk Work From Home (WFH) 75 persen untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) bakal diberlakukan Senin (11/1). Sementara untuk perusahaan sulit dilakukan.

“Untuk ASN dan non ASN Pemkab Sidoarjo sudah siap. Karena secara infrastruktur pelayanan surat menyurat saat ini di Pemkab Sidoarjo sudah by android,” tambah Zaini.

“Nantinya peran kampung tangguh saat PSBB yang kemarin, akan digalakkan kembali. Karena sangat efektif mampu menekan penyebaran COVID-19. Pihaknya berharap kepada masyarakat berpartisipasi dengan keberadaan kampung tangguh,” jelas Zaini.

Sementara Kadinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman mengatakan, pemberlakuan PPKM dinilainya sudah tepat. Karena angka kematian masih di atas rata-rata di tingkat nasional. Di Sidoarjo saat ini masih 6,9 persen, sementara itu tingkat nasional 3 persen.

“Angka kematian kita masih 6,9 persen, di atas angka nasional 3 persen. Jumlah tempat tidur untuk ruang isolasi khusus di Sidoarjo sudah terisi lebih dari 91 persen. Padahal syarat agar tidak PSBB yang sekarang disebut PPKM harus di bawah 70 persen. Selain itu pasien aktif COVID-19 harus di bawah 50 orang, sedangkan di Sidoarjo masih sekitar 100 orang,” kata Syaf.

Oleh karena itu, kata Staf, PPKM di Sidoarjo wajar dilaksanakan, karena angka-angkanya memenuhi syarat untuk penerapan PPKM.

 

 

 

RRI Surabaya