Lupa Pulang Demi Kewajiban, Plt Kadinsos Exis Di DU Posko Covid-19 Banyuwangi

0
27

Banyuwangi, (GerakJatim.com) – Plt Kepala Dinas Sosial Drs. Lukman Hakim Msi dikawal oleh PP dan KB Banyuwangi hadir dan memantau langsung keberadaan dapur umum satgas Covid-19 Banyuwangi. Pada setiap kunjungannya di Posko COvid dan DU, Lukman Hakim selalu memberikan arahan dan motivasi kepada relawan Tagana untuk selalu termotivasi memperbaiki managemen pelayanan di DU.

“Para relawan ini tengah membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya di jawa timur, kami merasa ringan beban kami dengan hadirnya teman-teman relawan baik BPBD, Pelopor, TNI dan lainnya, terlebih pada Tagana”

“Saya pribadi merasakan apa yang mereka rasakan selama bertugas pada masa karantina ini. Untuk itulah kami sangat berterima kasih sekali kepada seluruh relawan yang terlibat khususnya rekan-rekan Tagana. Kami tidak tahu harus berbuat apa jika tidak ada Tagana dalam penanganan bencana” tutur Lukman Hakim.

“Kami atas nama Dinsos Banyuwangi juga ingin menyampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya pada pak kades Karang Doro dan Karang Mulyo atas peran aktifnya membantu kami selama ini dengan menerjunkan puluhan ibu-ibu dan para remajanya di kegiatan pelayanan dapur umum Tagana dan TNI. Tenaga bantuan dari dua desa ini terbagi tugas dan waktu mas, jadi untuk ibu-ibu dari desa Karang Doro bantu di pembungkusan start jam 09.00 wib sampe 14.00 wib, kemudian disambung dengan ibu-ibu yang dari desa Karang Mulyo dari pukul 14.00 wib hingga 17.00 wib. Dan untuk remajanya itu duet dengan teman kita TNI, itu dari jam 15.00 wib sampe 20.00 wib” imbuh Lukman Hakim.

Dhedy Utomo selaku koordinator Tagana kabupaten Banyuwangi dalam komfirmasinya membenarkan apa yang disampaikan Lukman Hakim kepada wartawan, “Beliau bahkan 9 hari lupa rumah dan semua urusan administrasi Dinas bergeser ke posko tagana di kaligesing, dengan tujuan agar dapat bekerja dengan efektif dan dapat memberikan kontrol langsung di lokasi pelayanan DU” ujar Dhedy Utomo.

“Setiap hari sebanyak 55 kompor dioperasikan untuk melayani konsumsi santri dan relawan, kurang lebih 6200 nasi kotak sekali masak, atau setara dengan enam kwintal beras 3X sehari. itu sama dengan 1800 kg atau setara dengan 1,8 ton untuk satu hari” Dhedy menambahkan.(Syaiful/Red)