Makam Mbah Bungkul Direnovasi, Sang Juru Kunci Berharap Tak Direlokasi

0
639
Area Makam Mbah Bungkul/Foto: Esti Widiyana

Surabaya,(GerakJatim.com) – Oktober 2019, Pemkot Surabaya mulai merenovasi Makam Mbah Bungkul. Mushola yang ada di sekitar makam dijadikan masjid dan sudah selesai.

Kini tinggal finishing di area masjid. “Sudah selesai, cuman ada pekerjaan lanjutan untuk landscape area masjidnya,” kata Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Iman Krestian saat dihubungi detikcom, Jumat (21/2/2020).

Selain masjid, pemkot juga berencana merenovasi bagian lainnya. Namun, rencana itu belum bisa direalisasikan. “Masih menunggu ketersediaan anggaran,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, ada 21 KK yang tinggal di Komplek Makam Mbah Bungkul. Lima keluarga sekaligus juru kunci makam meminta untuk tetap tinggal di koplek makam itu.

Juru kunci Makam Mbah Bungkul, Soebakri Siswanto (60) mengatakan, wacana revitalisasi dari pemkot jangan mengubah struktur Makam Mbah Bungkul. Kalau bangunan boleh karena itu hak pemkot.

Siswanto juga menjelaskan, ada rencana warga akan dipindahkan ke rusunawa. Tetapi ia meminta kepada pemkot untuk tidak menghilangkan lima keluarga asli Dusun Bungkul.

“Kita orang Dusun Bungkul dikemanakan. Ya otomatis arahnya ke rusun, bagian anak kita ke situ. Cuman kita minta yang asli orang dusun bungkul lima keluarga pakemnya Bungkul. Orang Dusun Bungkul jangan dihilangkan,” jelasnya.

Pasalnya, sejak 1913 keluarganya sudah ada di sana. Bahkan tahun 1917, canggah Siswanto ditunjuk Bupati Surabaya untuk jadi juru kunci Makam Mbah Bungkul.

Sebagai generasi keempat juru kunci, Siswanto ingin bertahan. Sebab, siapa lagi yang menjelaskan kepada peziarah tentang Makam Mbah Bungkul jika bukan juru kunci.

Ia juga mengaku sudah membicarakan hal ini dengan pihak Pemkot Surabaya. “Kami sudah komunikasikan,” pungkasnya.(sun/bdh)

 

 

 

Sumber: news.detik.com