Menuju New Normal, PKB Desak Pemerintah Perhatikan Protokol Kesehatan di Pesantren

0
97

Probolinggo, (Gerakjatim.com) – Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Riza meminta, agar pemerintah memperhatikan pesantren di masa penerapan kebijakan tatanan hidup New Normal ditengah Pandemi COVID-19.

Hal itu dimaksud, agar pemerintah memperhatikan keselamatan para santri, ustadz dan kiai yang ada di lembaga pendidikan pesantren, Sebab pesantren merupakan tonggak penjuru Nusantara yang tidak bisa di tinggalkan dari bumi pertiwi ini.

Menurut ketua Komisi VI DPR RI ini dalam keterangan tertulisnya,
“Pesantren merupakan komunitas besar, sehingga wajarlah kalau pemerintah harus memberikan prioritas lebih dalam pencegahan dan penanganan untuk menghadapi new normal ini”. Rabu (27/05/2020) malam.

Menurut Faisol Riza, pesantren yang merupakan komunitas besar dan santrinya dari berbagai penjuru pelosok bumi harus di beri prioritas lebih.

“Semisal, melakukan rapidtes pada para santri di pesantren untuk menuju New Normal ini,” ujar alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Masih kata Faisol Riza, sampai Saat ini, pihaknya mendapat keluhan dari para Kyai serta berbagai wali santri di Dapil Jatim II, yaitu Pasuruan-Probolinggo agar Pondok Pesantren untuk di aktifkan kembali seperti semula.

“Saat ini muncul desakan dari para wali santri kepada pengasuh ponpes untuk segera membuka kembali pondok, sehingga aktivitas belajar mengajar bisa kembali dilakukan, Desakan ini harus disikapi dengan serius di mana pemerintah harus memberikan langkah kongkrit untuk menjamin para santri supaya bisa kembali belajar ” jelasnya.

Beliau mencontohkan, di Dapil Jatim II banyak pesantren besar seperti di Probolinggo, ada Ponpes Nurul Jadid Paiton, Ponpes Zainul Hasan Genggong, Ponpes Riyadlus Sholihin Ketapang, Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani Kraksaan dan lainnya.

Selain itu, di Pasuruan juga terdapat ponpes seperti Ponpes Salafiyah, Ponpes Sidogiri, Ponpes Darut Taqwa Ngalah, Ponpes Darullughah Wadda’wah dan pesantren lainnya.

“Nah, banyak sarana di pesantren yang kondisinya seadanya, Di sini pemerintah bisa melakukan edukasi sehingga berbagai sarana pesantren mulai dari kamar mandi, tempat wudu, kamar santri, hingga masjid bisa memenuhi protokol kesehatan COVID-19,” imbuhnya.

Lebih lanjut,masih kata Politisi PKB asal Kabupaten Probolinggo ini, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menggelontorkan ribuan APD berupa masker dan Handsanitizer serta melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah lembaga pendidikan pesantren.

“Oleh karena itu, saatnya sekarang ini pemerintah memberikan perhatian khusus pada pesantren yang ada di bumi Pertiwi ini”. pungkas.(Shol/Red)