Pengendara Sepeda Motor Kena Razia Masker Marah- Marah

0
182

Surabaya, ( GerakJatim.com ) – Pemkot Surabaya terus menggencarkan razia rapid test untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kali ini razia digelar di sepanjang Jalan Ketabang sisi arah menuju Jalan Pemuda, Jumat (25/9/2020) malam.

Razia ditujukan bagi seluruh warga dan penggendara motor yang melintas di sekitar lokasi.

Ada seorang pengendara yang cukup menjadi sorotan karena tingkah protesnya terkena razia rapid test.

Dari pantauan di lokasi kejadian, pengendara tersebut terlihat menerobos blokade petugas gabungan dari Satpol PP Kota Surabaya, BPB Linmas, Polisi dan TNI serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Alih-alih mencari jalan keluar, pengendara itu terjebak di razia rapid tes on the spot dan diminta untuk melakukan tes cepat COVID-19.

“Walah mbayar (bayar, red) enggak mau saya,” kata pengendara sambil marah-marah.

“Ini prosedur kita bapak, nuwun sewu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Nuwun sewu gratis bapak. Kalau ada yang menarik biaya silakan catat nama saya,” ujar petugas di Surabaya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan razia terus dilakukan di semua titik yang menjadi pusat tongkrongan di Surabaya.

“Ini hari ke empat. Kita lakukan di daerah Ketabang. Karena di sini merupakan tempat Kumpulnya anak-anak muda. Kita survei memang tempat anak-anak muda. Termasuk Sentra PKL di seberang sungai. Kita ingin melihat pandemi corona di Surabaya terutama di tempat cangkruk anak muda,” ujarnya.

Eddy menambahkan dalam rapid test on the spot ini, setiap hari ditargerkan 300-500 orang.

“Ini rapid test gratis. Rapid test anti gen. Artinya mendekati test swab. Sebenarnya warga Kota mengikuti rapid test ini ada keuntungannya. Karena mendekati swab. Kita ambilnya bukan darah namun lendir yang ada di hidung,” pungkasnya.( Diyon )