PPKM Jilid 2, Warga Sidoarjo Dilarang Hajatan Skala Besar, Penyekatan Tetap Diberlakukan

0
2012

Sidoarjo,(GerakJatim.com) – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid 2 dimulai di Sidoarjo. Warga dilarang menggelar hajatan berskala besar.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji mengatakan, PPKM jilid 2 di Sidoarjo lebih diperketat lagi. Karena saat PPKM sebelumnya, warga Sidoarjo dinilai masih kendor menerapkan protokol kesehatan. Salah satu yang diprioritaskan, warga Sidoarjo dilarang menggelar hajatan berskala besar.

“Saat berlangsungnya PPKM jilid 2 ini, warga Sidoarjo dilarang menggelar hajatan berskala besar, undangan yang hadir melebihi 75 orang,” kata Sumardji, Rabu (27/1/2021).

Sumardji menjelaskan, selain itu, penerapan jam malam serta penyekatan jalan tetap berlaku. Ada tujuh titik jalan yang disekat. Di perbatasan dengan Surabaya di Waru, pertigaan Buduran, Jalan Yos Sudarso, perempatan Babalayar, pertigaan Candi, perempatan Wonoayu dan di Sukodono.

“Untuk jam malam mulai berlaku seperti pada PPKM sebelumnya. Yakni pukul 22.00 hingga 04.00 WIB,” tambah Sumardji.

Ia menambahkan, razia-razia yustisi ditingkatkan dan akan digelar siang malam guna menekan penyebaran COVID-19. Bahkan pihaknya bersama TNI, Satpol PP, Dishub akan merazia pedagang kaki lima (PKL) di tiga titik. Yaitu di sekitar alun-alun, Taman Pinang dan di Pondok Jati.

“Razia itu dilaksanakan untuk menghindari adanya kerumunan. Guna antisipasi penyebaran COVID-19,” jelas Sumardji.