PSBB Jawal-Bali, Tempat Wisata Ini Tetap Akan Dibuka

0
297

Batu,(GerakJatim.com) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diputuskan oleh Pemerintah Pusat melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 1 Tahun 2021 yang tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus 19 berlaku 11 Januari hingga 28 Januari 2021  menjadi dilema tersendiri khususnya bagi Kota Apel.

Sebagai Kota Wisata yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut di tahun 2020 sebesar Rp 123,6 miliar atau naik 113,91 persen, tentu akan terdampak dengan aturan PSBB se Jawa Bali yang diterapkan.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko memutuskan tidak menutup tempat wisata karena selama ini pemkot telah melakukan pembatasan kuota pada pengunjung sebesar 50 persen, namun faktanya mayoritas tempat wisata mulai Juli 2020 lalu jauh dari jumlah kuota yang ditetapkan.

“Tidak ada penutupan tempat wisata, karena saat ini sudah dilakukan pembatasan dengan kuota 50 persen, untuk saat ini saja kuota itu tidak memenuhi, 1000 saja sudah alhamdulillah, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” ungkapnya.

Sementara itu Manager Marketing dan Public Relation JTP Grup, Titik S Ariyanto kepada RRI mengatakan bahwa pihaknya patuh pada keputusan dari Pemkot Batu terkait pembukaan atau tutupnya tempat wisata.

“Kita mengikuti apa yang diputuskan oleh Pemkot Batu karena tidak mungkin kita membuat regulasi sendiri karena akan menyalahi aturan,” terangnya.

Usai Rakor tingkat Jawa Timur didapati keputusan antara lain tidak ada pembatasan wisatawan yang masuk Kota Batu, namun tetap harus pakai rapid test antibodi atau antigen, pengetatan aktivitas di alun alun batu dengan pembatasan dan memecah kerumunan hingga pembatasan kegiatan pada malam hari.(Red)