Sebulan Penerapan E-TLE, Polda Jatim Catat 6.035 Pelanggaran

0
6
RTMC Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim mencatat sebanyak 6.035 pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Foto/Dok

Surabaya,(GerakJatim.com) – Sudah sebulan lebih Polda Jatim menerapkan program Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau penindakan tilang elektronik berdasarkan CCTV.

Dari data RTMC Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim mencatat, selama periode tersebut, tercatat sebanyak 6.035 pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Dari jumlah pelanggaran itu, yang dilakukan penindakan sebanyak 2.578 pelanggar.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan, mengatakan, dari data pelanggaran yang terbanyak yakni menerobos lampu merah atau traffic light. Jumlahnya mencapai 3.285 pelanggar. Sementara yang dilakukan penindakan tilang sebanyak 1.482 pelanggar.

Pelanggaran terbanyak kedua adalah melanggar marka atau rambu sebanyak 1.712 pelanggar dan dikeluarkan tilang sebanyak 782 pelanggar. “Ketiga adalah pelanggaran batas kecepatan sebanyak 268 dan dilakukan tilang pada 113 pelanggar,” kata dia di Mapolda Jatim, Rabu (19/2/2020).

Pelanggaran keempat yakni penggunaan sabuk keselamatan sebanyak 427 pelanggar dengan pendindakan tilang sebanyak 105 pelanggar. Selanjutnya pelanggaran kelima, pengendara menggunakan ponsel tercatat 96 pelanggar namun tidak dikeluarkan tilang. “Terakhir adalah pengendara tak gunakan helm sebanyak 202 dan dilakukan tilang sebangak 96 pelanggar,” kata Budi.

Dari total pelanggaran, yang belum dilakukan penindakan dengan tilang tercatat 3.457 pelanggar. Dari jumlah itu, tercatat 536 pelanggar tidak melakukan konfirmasi, 651 surat konfirmasi dalam proses kirim, 1.553 plat nomer selain L dan W, serta 717 surat konfirmasi yang kembali. Dari 717 surat konfirmasi yang kembali disebabkan beberapa hal.

“Di antaranya, alamat yang tidak lengkap sebanyak 237 pelanggaran, rumah kosong 318 pelanggaran, dan pindah tanpa kabar 162 pelanggaran,” kata dia.(nth)