Status Zona Merah Di Sematkan Ke Desa Kanagarah, Kades Pun Angkat Bicara

0
61

Bangkalan, (GerakJatim.com) – Kasus pasien yang terpapar virus corona di Kabupaten Bangkalan, menunjukkan angka tertinggi dari 4 di Pulau Madura Jawa Timur, Menurut peta persebaran dari Diskominfo Kabupaten Bangkalan pertanggal 02 Mei 2020, jumlah pasien dengan status positif berjumlah 53 pasien, dinyatakan sembuh 11 orang, dan meninggal dunia 3 orang. Sedangkan klasifikasi lainnya, ODR 19.764 orang, ODP 928 orang, dan PDP 30 orang dengan keterangan 21 orang diantaranya meninggal dunia.

Menurut info Dalam peta persebaran pertanggal 02 Mei 2020, keterangan yang didapat dari Diskominfo Kabupaten Bangkalan, ada penambahan 11 orang dengan status positif terpapar virus corona dari delapan 8 kecamatan.

Dan Sesuai dengan peta keterangan tersebut, satu (1) pasien diantaranya berinisial Ny. A (49), berasal dari Jalan Nur Alam, Dsn. Jelgung, Desa Kanagara,  Kecamatan Konang, Hal itu dikuatkan oleh laporan tindak lanjut dari tim Surveilens Puskesmas Konang, yang ditujukan kepada Kades Kanagarah pada tanggal 03/06/2020, pukul: 06.00 WIB.

Dari hasil penyelidikan tim covid-19 puskesmas konang, bahwa orang tersebut sering keluar masuk surabaya madura , pulang ke desa Kanagarah untuk silaturami dengan keluarga, tapi beliau tinggal di surabaya, menurut informasi yang kami peroleh dari pihak keluraga beliau pulang ke kanagarah tgl 15-16 mei 2020, selebihnya  berada di surabaya.

Kades Kanagarah

Sampai hari ini, selasa tgl 2/6/2020 masih di rawat di RSUD Syamrabu Bangkalan, Dan kelurga yang merawat beliau dari surabaya tidak pulang ke kanagarah.

M. Makmur, Kades Kanagarah menyanggah laporan yang dilayangkan kepada dirinya tersebut, Dia mengakui, pihaknya menolak keras status zona merah yang dinilai sepihak, pasalnya, Ny. A, ini berdomisili di Surabaya dan belum pulang kampung selama masa wabah Covid 19 ini.

“Diakui benar orang ini warga saya, tetapi saya menolak keras kalau kecamatan Konang, khususnya desa Kanagarah jika diberlakukan zona merah,” ungkap Makmur panggilan akrab nya, (03/6/2020).

M. Makmur menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi kepada Dinas dan pihak lainnya terhadap kasus ini, Beliau berharap agar status Konang bisa normal kembali, agar masyarakatnya tidak terganggu aktivitas sosial nya.

“Ini bukan bukan sesuatu yg main-main, kami akan menindak lanjuti hal ini pada Dinas dan pihak lainnya, agar status Konang bisa normal. Karena yang jelas, ini akan berdampak pada kesenjangan dimasyarakat setempat. Misalnya pasien ini pulang, akan dianggap hal menakutkan oleh tetangganya yang juga akan berimbas pada keluarganya nanti,” tambahnya.

Selain itu, Dia juga menyayangkan terhadap pemberian status zona merah yang mengarah pada desanya. Menurutnya, tidak ada pemberitahuan kepada pihak Kepala Desa sebelumnya. Dia menilai ini tidak wajar, karena pihaknya tidak dilibatkan.

“Kami atas nama Kepala Desa sangat menyayangkan atas penetapan status ini. Bagaimanapun ini menyangkut desa yang saya pimpin, seharusnya ada pemberitahuan dan saya juga berhak memberi keterangan atas warga saya, apalagi warga saya ini lama tinggal di Surabaya dan belum pulang,” tandasnya.

Kades Kanagarah ini berharap, agar semua pihak lebih bijaksana dalam menetapkan status zona merah, Dia menegaskan, harus ada penyelidikan lebih dalam dan tidak hanya mengacu pada Kartu Tanda Peduduk(KTP) atau surat keterangan lainnya.

“Seharusnya tidak hanya mengacu pada KTP saja atau surat keterangan lainnya yang menunjukan identitas kependudukannya. Akan tetapi dimana pasien ini tinggal menetap saat ini,” pungkasnya.(Salim/Red)