Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Dinsos Jatim Kembangkan Jejaring Pelayanan Eks Psikotik

0
62

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Dinas Sosial Provinsi Jatim mengadakan rapat persiapan penyusunan pengembangan model jejaring pelayanan eks psikotik, Kamis (15/10/2020).

Kepala Dinsos Provinsi Jatim Dr Alwi MHum mengatakan, saat ini eks psikotik semakin meningkat dan berkembang, baik secara kuantitas maupun kompleksitas permasalahan yang dihadapi. Hal ini tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi, antara lain faktor ekonomi, sosial, budaya, dan kesehatan.

Dia mengungkapkan, pada tahun ini, data ODGJ atau eks psikotik di Jatim sebanyak 2.587, sedangkan data ODGJ pasung sejumlah 326 orang.

“Untuk menyikapi hal ini pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama melaksanakan upaya penanganan yang profesional dan komprehensif agar penanganan dapat dilaksanakan dengan berkesinambungan dan keberlanjutan,” tegasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Dinsos Jatim, dengan membentuk jejaring pelayanan eks psikotik. Sehingga dapat mengembalikan keberfungsian sosial dan kemandirian sosial eks psikotik, serta mendorong mereka agar dapat berperan dan memfungsikan dirinya di masyarakat sesuai norma-norma yang ada.

“Hal ini dibutuhkan penguatan dan dukungan secara psikis, mental, dan sosial dari sistem sumber yang ada. Oleh karena itu, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Dinsos Jatim perlu memiliki akses luas dalam penanganan eks psikotik, mulai masa rehabilitasi sampai kembali ke masyarakat,” terang Alwi yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Bakorwil Pamekasan.

Alwi berharap rapat ini memberikan kepastian usaha rehabilitasi sosial dalam menumbuhkan kemampuan, kemauan, dan harga diri eks psikotik sehingga dapat mengembangkan diri sesuai dengan fungsi sosialnya di masyarakat, serta menghilangkan pandangan dan stigma negatif masyarakat terhadap keberadaan penyandang eks psikotik.

Dia juga berharap agar upaya yang dilakukan Dinsos Jatim ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang permasalahan, kebutuhan, dan sumber potensi untuk mau dan tergerak untuk mendukung usaha rehabilitasi sosial penyandang eks psikotik, serta meningkatkan penjangkauan kepada sistim sumber dalam partisipasi penanganan dan rehabilitasi sosial kepada eks psikotik.

“Semoga setelah ini terbentuk jejaring dan kemitraan dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial penyandang masalah eks psikotik, baik di dalam maupun di luar panti,” harapnya.

Rapat ini diikuti 25 orang. Di antaranya, Kabid Rehsos, Kabid Pengembangan dan Penyelenggaraan Kesos, Kepala UPT RSBL Pasuruan, Kepala UPT RSBL Kediri, Kepala UPT PMKS Sidoarjo, Kasubag Sungram, serta Kasubag Keuangan.

Dihadirkan pula 5 narasumber yang berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Surabaya dan Inspektorat Provinsi Jatim. (Syai/ul)