Video Viral Pelayanan Buruk Puskesmas Kamal, Ini Kronologi nya

0
758

Bangkalan, (GerakJatim.com) – Sebuah postingan video oleh akun FB Raivaa Riski mendadak jadi viral di media sosial, Video berdurasi 3 menit 36 detik tersebut mempersoalkan pelayanan di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan, Pasalnya, pelayanan di Puskesmas Kamal sangat tidak baik pelayanan nya.

Seperti yang diungkapkan dalam videonya, dia datang ke Puskesmas Kamal untuk mengantarkan sang bundanya yang sedang mederita sakit lambung beserta rombongan keluarganya, Namun diluar dugaan di Puskesmas Kamal tidak ada pelayanan dari jam 07.00-7.30 WIB, sementara itu pasien sudah banyak yang berdatangan untuk dapat berobat.

Menindak lanjuti viralnya video ini, Awak media mencoba menghungi pemilik akun tesebut, Ia membenarkan itu terjadi saat dirinya hendak merawat ibunya yang sedang menderita sakit lambung di Puskesmas Kamal.

“Betul mas saya tadi pagi jam 07.00 WIB mengantarkan ibu bersama ayah dan adik saya, ibu saya minta diinfus karena pengalaman sebelumnya menderita sakit lambung, Setelah sampai disana saya disarankan untuk mendaftar, akan tetapi tidak ada pelayanan sama sekali sampai jam 07.30 WIB,” ungkapnya melalui sambungan pesan suara, Jum’at(12/6/2020).

Dia menambahkan, pada waktu itu ada perawat yang berjaga sekitar empat(4) orang didalam. Namun, diakuinya petugas kesehatan tersebut tidak menghiraukan pasien yang datang, Akibatnya banyak pasien yang harus antri diruang tunggu menggantri, Tak sabar dengan ulah petugas kesehatan diasana, Moch. Riski Andriyanto, pemilik akun FB yang memposting video tesebut menyapa dan menegur petugas yang sedang bercanda didalam ruangan lain.

“Ada sekitar empat orang didalam mas, tapi mereka tidak menghiraukan para pasien yang datang. Saya berteriak menegur petugas kesehatan tersebut,” imbuhnya.

Selain dari itu ia juga mengungkapkan, ia semakin dibuat kesal dan dongkol saat ibunya minta diinfus namun tidak digubrisnya. Alasannya, ruangan tidak memadai dan ditawarkan untuk dirawat di ruang penanganan covid-19. Pihaknya menolak, lantaran menurutnya masih ada ruangan dan tempat selain ruang untuk penanganan covid ini. Akhirnya, ia memilih untuk pulang dan merawat ibunya di pelayanan kesehatan terdekat.

“Mereka bilang ruangannya penuh dan kami ditawari ruang pelayanan covid 19. Padahal masih ada fasilitas lain yang masih tersedia. Kami menolak dan memilih pulang,” ujarnya.

Sementara, pihak puskesmas siang tadi mendatangi rumahnya untuk minta maaf. Mereka juga meminta agar video unggahan itu untuk dihapus. Pihaknya menolak lantaran hal itu masalah pribadi dan keluarganya, ia juga berharap agar dari postingan tersebut bisa berdampak baik pada masyarakat Kamal.

“Tadi siang saya di telfon istri saya, katanya mereka datang kerumah di Kmp. Baru, RT 05/RW 02 Kamal untuk minta maaf dan meminta video itu segera dihapus. Tapi saya tolak karena ini masalah pribadi dan keluarga saya mas agar mereka bisa lebih baik dan tidak makan gaji buta,” tandasnya.

Ia menguatkan, pihaknya akan melanjutkan masalah ini pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan jika belum ditemukan titik terang terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Kamal yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan tidak efisien. Ia berharap, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan tidak pilah-pilih latar belakang pasien. Menururutnya, ada indikasi pelayanan yang tidak berpihak pada pasien yang berlatar belakang kurang mampu.

“masalah ini akan lanjut kalau tidak ada titik terang, katanya mereka tadi malam akan kerumah. Saya sengaja tadi pagi tidak berpakaian seragam mas, mungkin seanndainya saya memakai seragam akan langsung dilayani,” kuatnya.

Diakhir komunikasi nya, ia juga membeberkan rahasia beberapa petugas dalam melayani pasien serta perangkat struktural lainnya yang dinilai sangat melampaui batas, data tersebut didapat dari petugas yang sudah pindah dan barang bukti berupa laporan WA masih ada tersimpan. Sampai berita ini dimuat, postingan tersebut mendapat like 107 lebih dan komentar 60 lebih, serta dibagikan sebanyak 275 kali. (Salim/Red)