Makam Gus Sholah Bersanding dengan Makam Gus Dur

0
62
KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah (Enggran Eko Budianto/detikcom)

Jakarta (GerakJatim.com) – Jenazah KH Salahuddin Wahid akan dimakamkan di Kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, dan rencanannya akan bersanding dengan makam KH Abdurrahman Wahid.

Diketahui, Presiden ke-4 Indonesia yang akrab disapa Gus Dur tersebut, merupakan kakak kandung dari pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau akrab disapa Gus Sholah.

Gus Sholah meninggal dunia akibat komplikasi penyakit jantung di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Minggu (2/2/2020) malam. “Yang kosong di sekitar situ, ya kelihatannya di sampingnya Pak Dur (Gus Dur),” ujar Gus Ipang Wahid, putra Gus Sholah, ditemui di rumah duka, di Jalan Kapten Tendean, Nomor 2 C, Jakarta Selatan pada Senin (3/2/2020) dini hari.

Kompleks pemakaman tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata religi. Setiap hari, peziarah dari berbagai daerah berdatangan untuk mendoakan Gus Dur dan para ulama yang dikubur di sana.

Di sana, ada makam dua pahlawan nasional yakni KH Hasyim Asy’ari, dan KH Wahid Hasyim yang tidak lain adalah kakek dan ayah dari Gus Dur dan Gus Sholah. Gus Dur sendiri sudah lebih dulu meninggal pada 31 Desember 2009 silam.

Sementara itu, rencananya jenazah Gus Sholah akan diberangkatkan ke Bandara Halim Perdanakusumah sekitar pukul 08.30 WIB. “Jam 08.00 WIB siap-siap acara pelepasan, jam 09.00 WIB kita berangkat. Ada rencana Pak Presiden mau rawuh (datang) ke sini, mau takziyah. Jam 08.30 WIB kita jalan, mudah-mudahan bisa take off jam 10.00 WIB,” tuturnya ditemui di rumah duka Senin (3/2/2020) dini hari.

Jenazah Gus Sholah kemungkinan akan diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air dari Bandara Halim Perdanakusumah. “Tadi dari Pak Pratik (Mensesneg Pratikno) kontak saya untuk menggunakan, Setmil menyediakan CN 295 karena Hercules dipergunakan untuk di Natuna. Kemudian dari Lion Group akhirnya membantu satu pesawat, jadi kami memutuskan untuk satu pesawat saja, yang CN (CN 295) tidak jadi kita pakai karena kapasitanya cuma 20 saja, jadi pakai Lion,” tuturnya.

Hingga Senin dini hari, tercatat ada sekitar 90 orang yang akan ikut dalam mengawal dalam pesawat tersebut. Diperkirakan dari Halim Perdanakusuma take off sekitar pukul 10.00 WIB dan mendarat di Bandara Juanda Surabaya, sekitar pukul 13.30 WIB. “Terus dari sana ke Jombang, mudahan-mudahan sampai di Pesantren Tebuireng Jam 14.00 WIB. Dari situ disemayaamkan di masjid untuk kemudian dimakamkan jam 4 sore,” urainya.

Diketahui, Gus Sholah menghembuskan napas terakhirnya pukul 20.55 WIB akibat komplikasi penyakit jantung. Sekitar pukul 23.52 WIB, jenazah tiba di rumah duka dan langsung disambut ribuan petakziyah yang terus berdatangan silih berganti.(eyt)

 

 

Sumber: sindonews.com