Sosok Mbah Hawati, Sebatang Kara Yang Hidupnya Tetap Semangat dan Tidak Meminta-Minta

0
614
Mbah Hayati dan gerobak dagangnya (Foto: Amir Baihaqi)

Surabaya,(GerakJatim.com) – Mbah Hawati (73), penjual gorengan keliling yang uangnya Rp 45 ribu dicuri saat menunaikan salat zuhur saat ini hidup sebatang kara. Saat ini, ia tinggal di Jalan Upajiwa Gang 3 nomor 7.

“Saya ndak punya anak. Suami saya juga sudah meninggal lama,” ujar Mbah Hawati saat ditemui detikcom, Kamis (12/3/2020).

Mbah Hawati menuturkan, selama hidupnya ia sempat menikah tiga kali. Pada suami yang pertama, ia mengaku sempat mempunyai anak, namun meninggal saat masih bayi.

“Mbah pernah menikah 3 kali. Yang pertama meninggal, kedua cerai, dan terakhir ditinggal mati,” tutur perempuan kelahiran tahun 1947 itu.

“Suami pertama sempat punya anak tapi meninggal pas bayi. Terus sampai sekarang nggak punya anak lagi,” tambahnya.

Mbah Hawati merasa beruntung, sebab di saat usianya yang sudah mulai senja, ia masih punya tempat tinggal. Meskipun itu hanya menumpang rumah milik kakaknya.

“Saya di sini numpang rumah kakak kandung saya. Karena saya nggak punya anak terus saya disuruh tinggal di sini,” terang perempuan asal Sampang itu.

Salah satu keponakannya, Imam (39) mengatakan meskipun sudah sepuh dan tak punya anak, bibinya itu pantang merepotkan orang atau minta-minta. Karena ia lebih suka bekerja dengan berjualan gorengan keliling sehari-hari.

“Ya sehari-hari begitu. Keliling dari Dinoyo ke Ngagel dari pagi sampai sore,” ucap Imam.

“Kadang kalau melewati tretek (jembatan) Dinoyo itu kan naik, tinggi, gak kuat dorong dibantu dorong sama orang-orang rombongnya,” tandasnya.(iwd/iwd)

 

 

 

 

 

 

Sumber: news.detik.com/jawatimur