Dua Minggu, Satreskrim Polres Tanjung Perak dan Jajarannya Tangkap 9 Pelaku Begal

0
178

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Press Release yang digelar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si.,M.H., pada Jumat siang, (16/10/2020), terkait keberhasilan Satreskrim Polres Tanjung Perak serta Jajarannya mengungkap kasus begal motor selama awal Oktober 2020.

Pelaksanaan press release yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si, MH didampingi Wakapolres Kompol Anggi Saputra Ibrahim, SH, S.I.K dan Kasat Reskrim Iptu M Gananta bersama ketua umum Aliansi Madura Perantau (AMP) H. Nawadi.

Dalam kesempatan itu, para 9 (sembilan) orang tersangka yang merupakan pelaku terkait aksi pembegalan dihadirkan dihadapan para wartawan.

Dari beberapa salahsatu tersangka yaitu tersangka EM ditangkap berdasarkan hasil kegiatan operasi rutin yang dilakukan Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Jajarannya.

“EM ditangkap lantaran kedapatan membawa senjata tajam (Sajam), saat Operasi rutin yang digelar Polres Tanjung Perak dan Jajarannya,” ucap AKBP Ganis.

Foto : Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., memberikan himbauan kepada para tersangka untuk tindak mengulangi aksi kejahatannya lagi.

Setelah dilakukan penangkapan dan penyelidikan ternyata tersangka EM merupakan pelaku Curanmor. Dan tersangka EM juga sudah ada LP (laporan polisi) di beberapa tempat.

“Ada di Gresik, Surabaya, Lamongan dan juga wilayah hukum kami,” sebut orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak itu.

“Kami masih upayakan terhadap tersangka EM untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam lagi, dan di mungkinkan dia masih banyak TKP lain yang masih belum diketahui,” sambungnya.

Tambah Kapolres, hasil pengembangan terhadap tersangka EM, juga ikut diamankan yakni tersangka inisial R.

“Adapun barang bukti yang diamankan dari para tersangka yaitu 1 (satu) buah Sajam jenis celurit dengan panjang 25cm, 1 (satu) buah rantai besi, 1 (satu) buah tas warna merah, 1 (satu) buah Flashdisk yang berisi rekaman CCTV, 1 (satu) buah jaket Ojek On-line, 1 (satu) buah kaos warna abu-abu milik korban yang terdapat bercak darah, 6 (enam) unit sepeda motor,” imbuhnya.

Menurut penjelasan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., “Dari 9 orang tersangka ini masing-masing dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara” jelasnya.

Ditempat yang sama Ketua Aliansi Madura Perantau (AMP) H. Nawadi, saat mendampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., saat gelar press release menyayangkan, bahwa dari 9 tersangka ini merupakan warga Madura.

“Saya selaku Ketua Aliansi Madura Perantau, sangat menyayangkan kepada para pelaku ini merupakan mayoritas masyarakat Madura,” ucapnya.

Foto : Ketua AMP H. Nawadi didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H.

Oleh karena itu, lanjutnya, saya selaku pribadi berharap penangkapan ini menjadi efek jera kepada para tersangka.

“Dengan adanya kejadian ini, sangat jelas mereka telah mencoreng nama baik kota Madura yang sedari dulu dikenal sebagai pekerja keras demi mencari uang yang halal,” ungkapnya. (Ibad/Ros)