Jawa Timur Aman Corona, Ini Imbauan Gubernur Khofifah

0
252
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan hingga kini di Jawa Timur tidak ada indikasi masuknya penyakit pneumonia akibat virus Corona. Khofifah menyebut pihaknya melakukan pengawasan ketat.

Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan pengendalian penyakit, menyikapi adanya Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan. SE tersebut meminta seluruh rumah sakit umum dan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan pada potensi penyebaran virus penyebab penyakit radang paru atau pneumonia.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada indikasi penyakit pneumonia akut akibat novel coronavirus masuk ke wilayah Jawa Timur. Kita semua tetap waspada dan siap siaga,” kata Khofifah di sela kunjungan kerjanya di Jakarta, Jumat (24/1/2020) pagi.

Dari SE tersebut, Khofifah juga telah menugaskan pihak terkait untuk meningkatkan seluruh sistem layanan kesehatan di Jatim.

“Berdasarkan SE itu kami telah menugaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh sistem layanan kesehatan. Selain itu kami juga sudah menyiagakan Tim Gerak Cepat untuk Penyakit Menular yang dikoordinir Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” ucap Khofifah.

Selain itu, Pemprov juga berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya pada pengawasan orang dan barang yang berasal dari Tiongkok.

“Caranya dengan mengaktifkan thermal scanner selama 7 hari 24 jam di terminal kedatangan internasional di Terminal 2 Juanda,” papar Khofifah.

Jika dijumpai suhu di atas 38 derajat celcius, disertai demam, batuk, sesak dan gejala pneomonia akut (berat) lainnya, maka akan dilakukan tindakan kekarantinaaan.

Karantina yang dimaksud yaitu penanganan pneomonia sesuai SOP dan segera melakukan rujukan ke RSUD dr Soetomo dan dilakukan desinfeksi terhadap alat angkut (pesawat).

“Selain itu kita juga sudah menyiapkan blanko HAC (Health Alert Card). Kami memberikan HAC kepada seluruh penumpang dan crew pesawat dari Tiongkok. Melaporkan dan mencatat setiap kedatangan penumpang dan crew dari Tiongkok,” tegasnya.

Untuk itu, Khofifah mengimbau seluruh Bupati dan Wali Kota agar meningkatkan kewaspadaan serta menyiapsiagakan sistem pelayanan kesehatan di masing-masing wilayahnya.

“Serta yang terpenting juga memberikan penjelasan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, beraktifitas normal namun tetap waspada bila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit pneumonia mulai demam, batuk dan sesak napas,” ujarnya.

Terutama jika gejala itu timbul pada warga yang baru saja bepergian ke wilayah yang terjangkit penyakit tersebut. Selain itu Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan melalui Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Khofifah juga ingin masyarakat segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit bila ada yang mengalami gejala pneumonia.

Sebelumnya, beberapa pekan ini terjadi peningkatan kasus Pneumonia yang berawal dari Wuhan, Tiongkok dan menyebar ke beberapa negara di sekitar, termasuk di Singapura dan Thailand.

Menurut laporan WHO sampai tanggal 23 Januari 2020 ada 314 penderita dengan jumlah kematian sebanyak 6 orang. Sebagian besar yang meninggal, memiliki penyakit penyerta yang memperberat sakitnya.(hil/fat)

 

Sumber: detik.com