Kapolsek Genteng, Gelar Press Release Ungkap Kasus Begal di Jl. Undaan Kulon

0
825

Surabaya, (Gerakjatim.com) – Kapolsek Genteng AKP Hendry F Kenedy, gelar press release ungkap pelaku pencurian disertai dengan kekerasan jenis begal yang menimpa pengemudi Ojek On-line (Ojol) di Jl. Undaan Kulon, Surabaya.

Diketahui tersangka bernama Achmad (34), warga Desa Camplong, Kab. Sampang, Madura Jatim. Ia ditangkap Anggota Unit Reskrim Polsek Genteng setelah melakukan aksi kejahatannya di Jl. Undaan Kulon, tepatnya depan Klimbungan Gg.1 Surabaya pada Senin (22/10/2020) sekira pukul 24.00 Wib.

 

Foto : Sebilah pisau yang di gunakan tersangka.

Dalam penuturan Kapolsek Genteng AKP Hendry F Kenedy didampingi Kanit Reskrim Polsek Genteng Ipda Sutrisno menjelaskan, kejadian itu bermula saat tersangka memesan Gojek di daerah Waru dengan tujuan ke Jl. Undaan, Surabaya.

“Setelah sampai dilokasi, pelaku mencoba merampas motor korban, dengan cara memukul kepala korban berulang-ulang kali. Setelah korban melakukan perlawanan tiba-tiba pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dan membacokkannya kepada korban,” ucapnya.

Foto : Sepeda motor korban ojek on-line.

Lanjut Kapolsek, korban merasa kesakitan setelah di bacok oleh tersangka, kemudian korban teriak, dan teriakannya itu di respon oleh warga sekitar.

“Sehingga tersangka dapat diamankan oleh warga, dan diserahkan kepada kami pihak Kepolisian,” terang Kapolsek.

Ketika diiterogasi oleh penyidik tersangka juga mengaku, bahwa dia juga sudah pernah di tahan Satreskrim Polrestabes Surabaya, dengan kasus pencurian kendaraan R2 dan dijerat dengan pasal 363 KUHP.

“Alasan tersangka melakukan aksi kejahatan itu, untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.

Tersangka melakukan aksi kejahatannya itu, seorang diri dan sasarannya yaitu sepeda motor jenis Metic. Hasil kejahatannya di jual langsung ke Sampang, Madura.

Tambah Kapolsek, barang bukti yang diamankan dari tersangka yaitu 1 (satu) bilah pisau penghabisan dan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam Nopol L -5201- NL.

“Untuk pasal yang kami jeratkan kepada tersangka yaitu pasal 365 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (Ibad)