Pelatihan Dan Sosialisasi KSB Di Kecamatan Sumbermanjing Malang

    0
    109

    Malang, (Gerakjatim.com) – Dalam upaya mengantisipasi dan mengurangi resiko bencana, khususnya di daerah yang rawan bencana, Tagana provinsi jawa timur mengambil langkah-langkah kongkrit di lapangan.

    Salah satu dari sekian upaya dimaksud yaitu dengan membangkitkan gairah warga di wilayah rawan bencana agar turut pro aktif menjaga merawat dan melindungi kampungnya dari kemungkinan adanya bencana alam, dengan menggencarkan sosialisasi dan pembentukan kampung siaga bencana (KSB) berbasis masyarakat.

    Kali ini tepatnya pada hari rabu 26 agustus sampai kamis 27 agustus 2020 kegiatan sosialisasi ini di gelar di Balai desa Kedungbanteng kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang jawa timur. Rangkaian kegiatan selama dua hari pun berjalan mulus dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat, serta support brillian dari pemerintah setempat juga turut mengalir menjadi sempurnanya pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Pada hari akhir kegiatan, camat setempat Budi Suliono, SH dan kepala Desa Kedungbanteng Drs. Suwarno turut hadir dihadapan para peserta kegiatan.

    Dalam sambutannya Budi Suliono menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Tagana Provinsi jawa timur yang mempunyai peran penting pada kegiatan sosialisasi dan sekaligus pembentukan KSB di wilayahnya.

    “kami sangat bersyukur dan berterimakasih sekali kepada pihak Tagana provinsi jawa timur atas terlaksananya kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini. Dengan terbentuknya KSB ini kami sangat merasa terbantu dalam menjaga memelihara dan melindungi wilayah kami dari resiko adanya bencana alam” pungkasnya.

    “Di daerah ini bencana yang sering kami hadapi itu biasanya banjir bandang, longsor, ROB dan kelangkaan air bersih. Kami punya sumber air mas, tapi ketika pada waktunya sumber air itu tidak nutut untuk memenuhi kebutuhan warga. Bencana lain yang juga biasa terjadi adalah gempa bumi, bahkan pernah terjadi sunami disini mas” tutur Budi Suliono ketika ditemui awak media di ruang kerja kepala desa.

     

    “kami juga turut menyampaikan terimakasih pada pak Alex, pak Twi dan pak Jefri selaku perwakilan pihak provinsi dalam kegiatan ini, sebagai kepala desa saya berharap nantinya bencana yang sering kami hadapi dapat di minimilir, khususnya dengan teman-teman yang tergabung dalam KSB yang baru kita bentuk ini” sela Suwarno kades Kedungbanteng.

    “Beberapa bulan lalu kami disini juga kader pemuda Sehat Jiwa, yang disingkat “SEWA” tapi kelompok ini tupoksinya pada bencana Sosial yaitu ODGJ atau orang dalam gangguan jiwa” Suwarno menambahkan.

    Ditengah kesibukan acara, Koordinator Tagana Jawa Timur TWI ADI dapat sisikan waktunya untuk wartawan yang ingin komfirmasi. Menurutnya kegiatan ini sudah di jelaskan dalam PERMENSOS, Peraturan Menteri Sosial Nomor 128 Tahun 2011 tentang Kampung Siaga Bencana, dan diamanatkan dalam Undang-Undang no 24 tahun 2007 tentang penangulanagan bencana.

    “kami dapat menangkap apa yang menjadi harapan masyarakat disini, sebagimana yang disampaikan oleh pak camat dan pak kades tadi. Jawabannya ada pada tugas-tugas KSB ini mas. Salah satunya adalah deteksi dini daerah rawan bencana, pemetaan atau mitigasi, kemudian shelter terus TSB atau taman siaga bencana serta DU atau dapur umum. Itu semua menjadi tugas daripada teman-teman KSB, yang nantinya akan tetap didampingi oleh Tagana setempat. Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah bahwa pembentukan KSB ini harus searah dengan kearifan lokal dan berbasis masyarakat” Twi Adi menjelaskan

    “team TSB taman siaga bencana kali ini akan menanam bibit di salah satu lokasi rawan bencana. Bibit yang akan kami tanam adalah bibit randu alas, asem jawa, advukad, jambu mente dan terembesi. Ini merupakan aksi awal deteksi dini dan antisipasi pengurangan resiko bencana mas” imbuhnya (Syaiful/Red) .