Perayaan Idul Fitri Jamaah Islam Aboge Selisih Satu Hari

0
19

Probolinggo, (Gerakjatim.com) – Meskipun Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1441 H pada hari minggu 24 Mei 2020, tetapi berbeda dengan para jama’ah Islam Aboge yang ada di sejumlah wilayah di kabupaten Probolinggo, Jama’ah Islam Aboge ini menetapkan 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Senin,25 Mei 2020.

Sejumlah jama’ah Aboge (Alif,raBo,waGe) dari semua kalangan menggelar sholat idul Fitri pagi tadi, Pelaksanaan sholat tersebut salah satunya di gelar di musollah Al ikhlas Desa Malasan Kulon RT 08/RW 03 Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Sambil mengumandangkan gema takbir, jemaah Aboge secara khidmat mengikuti tahapan ibadah sholat idul Fitri yang dipimpin oleh kyai Mattasien.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri Jamaah Islam Aboge

Tradisi lebaran Jama’ah Islam Aboge ini, tidak berbeda dengan jama’ah Islam pada umumnya, perbedaan nya hanya terletak pada penetapan 1 syawal nya saja, Karena penghitungan mereka sesuai kalender dalam kitab mujarobah Jawa kuno, Dimana model perhitungan penetapan 1 Syawal bagi mereka dengan metode (Wal-Ji-Ro) yaitu hari 1 Syawal pasaran loro (dua).

Tokoh Islam Aboge setempat mattasien mengatakan. “perayaan lebaran jemaah Aboge selisih 1 hari dengan yang ditentukan pemerintah, Hal itu didasarkan hasil perhitungan kitab Mujarobat, yang menjadi pedoman Islam Aboge, dan diyakini turun temurun sejakĀ  nenek moyang”.

Beliau pun menambahkan,”Dalam menetapkan hari-hari besar, jemaah Aboge mengacu pada tahun baru Islam atau 1 Muharram” imbuhnya

“Oleh karenanya, jika menggunakan rumus Waljiro 1 Syawal jatuh pada hari pertama (dari 1 Muharram) dengan pasaran dua.”pungkas

Meskipun terdapat perbedaan dalam perayaan lebaran, namun warga muslim penganut Aboge dan warga setempat yang berbeda ajaran, tetap hidup rukun berdampingan, Mereka beraktivitas seperti biasa, tanpa adanya konflik diantara mereka.

Menurut salah seorang jama’ah Islam Aboge, Muhammad Roni menuturkan,
“Sekalipun ada perbedaan dalam penetapan 1 Syawal,dengan jama’ah Islam umumnya.jamaah Islam Aboge tetap hidup rukun, tanpa ada perselisihan diantara mereka”.

“Malah banyak dari mereka memberi dukungan akan tradisi nenek moyang kami yang sudah turun temurun ini, karena kami masih menjunjung tinggi nilai nilai persatuan berbineka tunggal Ika “imbuhnya.

Menurut informasi yang dihimpun jurnalis (Gerakjatim.com), Di Kabupaten Probolinggo sendiri, Jemaah Aboge jumlahnya mencapai seribuan orang, Mereka tersebar di kecamatan Leces, Dringu, Bantaran,Kuripan dan Kecamatan Tegalsiwalan. (Shol/Red)