Vaksin Corona Datang, Pemprov Jatim Siapkan Ribuan Tenaga Kesehatan

0
25

Surabaya,(Gerakjatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan 2.404 tenaga kesehatan untuk terjun sebagai petugas vaksinasi Covid-19 seiring datangnya Vaksin Sinovac ke Indonesia.

Ribuan vaksinator iu terdiri dari dokter, perawat, dan bidan. Mereka yang tersebar di 968 Puskesmas di seluruh Jawa Timur sudah dapat pelatihan penyuntikan vaksin Covid-19.

“Kami berharap kedatangan vaksin ini bisa menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia dan Jawa Timur khususnya,” kata Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, di Grahadi, Senin (7/12/2020).

Pemprov Jatim, kata Khofifah juga sudah membentuk satuan tugas (Satgas) vaksinisasi Covid-19 dari tingkat Provinsi dan sebagian besar Pemkab/Pemkot juga segera membentuk.

Tugas satgas vaksinasi itu untuk menghitung kebutuhan, distribusi vaksin, serta melihat respons warga yang sudah mendapatkan suntikan vaksin.

Selain menyiapkan SDM, Pemprov Jatim juga menyiapkan tempat penyimpanan khusus vaksin. Mengingat vaksin harus disimpan di dalam ruangan dengan suhu minus 2-8 derajat celcius.

Khofifah mengaku belum tahu, dari 1,2 juta dosis vaksin yang datang, berapa dosis vaksin yang akan dialokasikan pemerintah pusat untuk didistribusikan ke Jawa Timur.

“Saya sudah kordinasi dengan Pak Terawan Menteri Kesehatan, saat ini sedang dibahas segala sesuatunya. Termasuk jumlah yang akan didistribusikan ke Jawa Timur,” katanya.

Tidak hanya melatih tenaga kesehatan untuk vaksinasi covid-19 di 968 Puskesmas yang ada di Jatim. Pemprov juga sudah melakukan sejumlah persiapan lain. Yakni melatih programmer surveilans dan imunisasi di kabupaten/ kota masing- masing dua orang.

Selain itu, Khofifah bilang, Pemprov juga sudah melakukan sosialisasi vaksinasi covid-19 terhadap 38 Dinkes di Jatim, Kabid P2P, Kasi Surveilans, Programmer Imunisasi dan Programmer Surveilans.

Pemprov juga melakukan inventarisasi sarana rantai dingin vaksin seperti lemari es dan vaccine carrier, memfasilitasi dinkes kabupaten/kota dan puskesmas dengan microplanning, dan menyusun kebutuhan vaksin sesuai sasaran.(Red)

 

 

Sumber : suarasurabaya.net